Masa depan yang cerah ditentukan dari pilihan dan strategi apa yang kita ambil saat ini, bukan sekadar terjadi secara kebetulan semata. Dengan menyadari hal tersebut, insyaAllah kita akan pahami bahwa setiap detik yang kita miliki teramat sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa torehan prestasi. Prestasi bukan didapatkan, melainkan kita ciptakan sendiri.
Lalu, prestasi apa saja yang telah kita ciptakan? Bagi orang yang mempunyai banyak prestasi pasti akan mudah saja menjawabnya. Mereka pasti bertele-tele menjabarkan satu per satu prestasinya. Sedangkan bagi orang awam, pertanyaan tersebut cukup membingungkan untuk dijawab karena mereka sendiri merasa tidak pernah punya prestasi selama ini. “Apa ya prestasi saya? Kayaknya enggak ada…”, itulah jawaban yang sering terlontar.
Awalnya, saat saya ditanya apa saja prestasi saya selama Pendidikan Wiramuda ini, saya juga bingung menjawabnya. Jika saya jawab bahwa saya tidak punya prestasi, berarti saya termasuk orang yang tidak mempunyai kesadaran penuh terhadap kegiatan yang saya jalani di sini.
Salah satu teman saya berkata, “Kata siapa kamu tidak punya prestasi selama Wiramuda ini? Kamu sudah menyanyi di depan teman-teman, Pak Solechadi, dan Prie GS. Bahkan, tulisanmu semakin baik dan bisa membantu Pak Dhimmas membuat buku. Itu kan juga prestasi…”
“Oh, iya ya…” Baru setelah itu saya menyadari.
Sekarang pertanyaannya, apa perbedaan prestasi dengan kesuksesan?
Itulah yang sering membuat bingung orang. Prestasi memang sering dikait-kaitkan dengan kesuksesan. Banyak orang pun mengartikan kedua hal tersebut menjadi sama. Buktinya menurut kamus, kedua hal itu berbeda. Sukses adalah sesuatu hal yang dapat kita raih, atau sebuah pencapaian yang diraih oleh seseorang atau kelompok yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu sebagai bagian dari pemenuhan hidup. Misalnya, kita dapat dikatakan sukses jika kita dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup, baik pemenuhan kebutuhan secara materi maupun non materi seperti pendidikan atau hiburan.
Tidak semua prestasi yang telah kita raih dapat disebut kesuksesan, tetapi sebaliknya sebuah kesuksesan umumnya diikuti dengan sebuah prestasi dalam pencapaiannya.
Apa makna prestasi itu sendiri?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan. Hasil yang lainnya menyebutkan, prestasi adalah sesuatu yang dapat diraih oleh semua orang hanya dengan kemauan dan usaha yang cerdas.
Menurut saya, makna prestasi terbagi menjadi dua, yaitu makna prestasi secara umum dan makna prestasi secara khusus. Secara umum, prestasi merupakan sesuatu yang harus diraih oleh setiap insan. Bahkan prestasi adalah kodrat setiap manusia yang pasti akan diraihnya. Dimulai sejak kita dilahirkan ke dunia, kita sudah ditakdirkan menjadi pemenang. Pernahkah kita berpikir bahwa saat itu kita adalah satu-satunya sperma dari sekian juta yang berhasil membuahi sel telur melalui berbagai perjuangan. Dari proses perjuangan tersebut, hingga kita bisa menjadi kita yang sekarang yang tengah membaca, menulis, makan, atau melakukan hal-hal lain. Kita saat ini hidup.
Kita adalah pemenang yang dilahirkan ke dunia. We are the winner! Oleh karena itu, jika kita telah memahami dasar tersebut, kini saatnya kita kembali bersiap untuk bersaing. Karena bukan kita saja satu-satunya manusia yang dilahirkan di dunia ini bukan? Mereka semua yang telah terlahir ke dunia pun adalah pemenang. Nah, pencapaian prestasilah yang akan membedakan kita sebagai pemenang di antara manusia-manusia pemenang lainnya.
Sedangkan secara khusus, prestasi adalah suatu pencapaian (achievement), peningkatan (improvement), atau perubahan menuju sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Apapun itu, sekecil apapun itu, asalkan lebih baik dari kondisi semula, maka itu adalah prestasi. Contoh sederhananya, jika kita kemarin bangun sholat subuh satu menit setelah adzan berkumandang, namun hari ini kita bangun satu detik lebih cepat dari catatan waktu sebelumnya, itu adalah prestasi. Meskipun hanya berbeda satu detik, kita lebih baik dari kemarin. Hanya sayang sekali, sedikit dari kita yang menyadari hal itu. Kebanyakan orang malah selalu berorientasi untuk mengejar prestasi besar-besar saja. Padahal prestasi besar justru bermula dari prestasi-prestasi kecil seperti ini.
Lalu, bagaimana caranya menciptakan prestasi tersebut?
Kita tidak perlu pusing-pusing bagaimana cara menciptakan prestasi. Hal terpenting adalah motivasi berprestasi dari diri kita sendiri. Motivasi ini berfungsi untuk memacu semangat kerja dan prestasi.
Motivasi merupakan pendorong yang menyebabkan seseorang rela untuk menggerakkan kemampuan tenaga dan waktunya untuk menjalankan semua kegiatan yang telah menjadi tugas dan tanggung jawab kita agar kewajibannya terpenuhi serta sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.
Manusia memiliki banyak motivasi dasar yang berperan penting dalam dunia kerja termasuk motivasi dari diri sendiri maupun motivasi yang diberikan orang lain. Dalam dunia bisnis, motivasi merupakan unsur yang cukup penting yang harus dimiliki. Sebab, motivasi merupakan kemampuan usaha yang dilakukan seseorang untuk meraih tujuan – dalam hal ini tujuan diidentikkan dengan prestasi – dan disertai dengan dengan kemampuan individu untuk memuaskan kebutuhan.
Motivasi dasar manusia terdiri dari motivasi berprestasi, motivasi berkuasa, dan motivasi berafiliasi. Dari ketiga motivasi dasar tersebut, motivasi berprestasi memiliki peranan yang sangat besar. Karena dengan usaha yang terus-menerus untuk meraih prestasi, hal ini secara empiris terbukti memberikan dampak terbesar terhadap munculnya bentuk-bentuk perilaku berwiraswasta. Hal inilah yang kita perlukan untuk dapat menciptakan suatu pencapaian atau perubahan menuju arah yang lebih baik – sekali lagi, perubahan di sini kita sebut saja dengan prestasi.
So, mari kita mulai dengan memahami makna prestasi itu terlebih dahulu. Maka jika ditanya tentang “apa itu prestasi?”, yang akan terbayang di benak setiap orang adalah sosok juara. Then, what’s your achievement you do today?
Lalu, prestasi apa saja yang telah kita ciptakan? Bagi orang yang mempunyai banyak prestasi pasti akan mudah saja menjawabnya. Mereka pasti bertele-tele menjabarkan satu per satu prestasinya. Sedangkan bagi orang awam, pertanyaan tersebut cukup membingungkan untuk dijawab karena mereka sendiri merasa tidak pernah punya prestasi selama ini. “Apa ya prestasi saya? Kayaknya enggak ada…”, itulah jawaban yang sering terlontar.
Awalnya, saat saya ditanya apa saja prestasi saya selama Pendidikan Wiramuda ini, saya juga bingung menjawabnya. Jika saya jawab bahwa saya tidak punya prestasi, berarti saya termasuk orang yang tidak mempunyai kesadaran penuh terhadap kegiatan yang saya jalani di sini.
Salah satu teman saya berkata, “Kata siapa kamu tidak punya prestasi selama Wiramuda ini? Kamu sudah menyanyi di depan teman-teman, Pak Solechadi, dan Prie GS. Bahkan, tulisanmu semakin baik dan bisa membantu Pak Dhimmas membuat buku. Itu kan juga prestasi…”
“Oh, iya ya…” Baru setelah itu saya menyadari.
Sekarang pertanyaannya, apa perbedaan prestasi dengan kesuksesan?
Itulah yang sering membuat bingung orang. Prestasi memang sering dikait-kaitkan dengan kesuksesan. Banyak orang pun mengartikan kedua hal tersebut menjadi sama. Buktinya menurut kamus, kedua hal itu berbeda. Sukses adalah sesuatu hal yang dapat kita raih, atau sebuah pencapaian yang diraih oleh seseorang atau kelompok yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu sebagai bagian dari pemenuhan hidup. Misalnya, kita dapat dikatakan sukses jika kita dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup, baik pemenuhan kebutuhan secara materi maupun non materi seperti pendidikan atau hiburan.
Tidak semua prestasi yang telah kita raih dapat disebut kesuksesan, tetapi sebaliknya sebuah kesuksesan umumnya diikuti dengan sebuah prestasi dalam pencapaiannya.
Apa makna prestasi itu sendiri?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan. Hasil yang lainnya menyebutkan, prestasi adalah sesuatu yang dapat diraih oleh semua orang hanya dengan kemauan dan usaha yang cerdas.
Menurut saya, makna prestasi terbagi menjadi dua, yaitu makna prestasi secara umum dan makna prestasi secara khusus. Secara umum, prestasi merupakan sesuatu yang harus diraih oleh setiap insan. Bahkan prestasi adalah kodrat setiap manusia yang pasti akan diraihnya. Dimulai sejak kita dilahirkan ke dunia, kita sudah ditakdirkan menjadi pemenang. Pernahkah kita berpikir bahwa saat itu kita adalah satu-satunya sperma dari sekian juta yang berhasil membuahi sel telur melalui berbagai perjuangan. Dari proses perjuangan tersebut, hingga kita bisa menjadi kita yang sekarang yang tengah membaca, menulis, makan, atau melakukan hal-hal lain. Kita saat ini hidup.
Kita adalah pemenang yang dilahirkan ke dunia. We are the winner! Oleh karena itu, jika kita telah memahami dasar tersebut, kini saatnya kita kembali bersiap untuk bersaing. Karena bukan kita saja satu-satunya manusia yang dilahirkan di dunia ini bukan? Mereka semua yang telah terlahir ke dunia pun adalah pemenang. Nah, pencapaian prestasilah yang akan membedakan kita sebagai pemenang di antara manusia-manusia pemenang lainnya.
Sedangkan secara khusus, prestasi adalah suatu pencapaian (achievement), peningkatan (improvement), atau perubahan menuju sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Apapun itu, sekecil apapun itu, asalkan lebih baik dari kondisi semula, maka itu adalah prestasi. Contoh sederhananya, jika kita kemarin bangun sholat subuh satu menit setelah adzan berkumandang, namun hari ini kita bangun satu detik lebih cepat dari catatan waktu sebelumnya, itu adalah prestasi. Meskipun hanya berbeda satu detik, kita lebih baik dari kemarin. Hanya sayang sekali, sedikit dari kita yang menyadari hal itu. Kebanyakan orang malah selalu berorientasi untuk mengejar prestasi besar-besar saja. Padahal prestasi besar justru bermula dari prestasi-prestasi kecil seperti ini.
Lalu, bagaimana caranya menciptakan prestasi tersebut?
Kita tidak perlu pusing-pusing bagaimana cara menciptakan prestasi. Hal terpenting adalah motivasi berprestasi dari diri kita sendiri. Motivasi ini berfungsi untuk memacu semangat kerja dan prestasi.
Motivasi merupakan pendorong yang menyebabkan seseorang rela untuk menggerakkan kemampuan tenaga dan waktunya untuk menjalankan semua kegiatan yang telah menjadi tugas dan tanggung jawab kita agar kewajibannya terpenuhi serta sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.
Manusia memiliki banyak motivasi dasar yang berperan penting dalam dunia kerja termasuk motivasi dari diri sendiri maupun motivasi yang diberikan orang lain. Dalam dunia bisnis, motivasi merupakan unsur yang cukup penting yang harus dimiliki. Sebab, motivasi merupakan kemampuan usaha yang dilakukan seseorang untuk meraih tujuan – dalam hal ini tujuan diidentikkan dengan prestasi – dan disertai dengan dengan kemampuan individu untuk memuaskan kebutuhan.
Motivasi dasar manusia terdiri dari motivasi berprestasi, motivasi berkuasa, dan motivasi berafiliasi. Dari ketiga motivasi dasar tersebut, motivasi berprestasi memiliki peranan yang sangat besar. Karena dengan usaha yang terus-menerus untuk meraih prestasi, hal ini secara empiris terbukti memberikan dampak terbesar terhadap munculnya bentuk-bentuk perilaku berwiraswasta. Hal inilah yang kita perlukan untuk dapat menciptakan suatu pencapaian atau perubahan menuju arah yang lebih baik – sekali lagi, perubahan di sini kita sebut saja dengan prestasi.
So, mari kita mulai dengan memahami makna prestasi itu terlebih dahulu. Maka jika ditanya tentang “apa itu prestasi?”, yang akan terbayang di benak setiap orang adalah sosok juara. Then, what’s your achievement you do today?
0 comments:
Post a Comment