Mahalnya biaya perkuliahan, membuat beberapa orang tidak mampu meneruskan pendidikan. Hal ini pulalah yang saya alami. Sampai akhirnya, saya bisa menikmati dunia pendidikan berbasis bisnis bernama Wiramuda seperti saat ini.
Di Wiramuda inilah, saya bisa menimba ilmu yang selama ini tidak pernah saya dapatkan di bangku sekolah. Di sini, para Wiramuda diarahkan untuk bisa memanajemen bakat dan kemampuan mereka. Saya sendiri bisa mengembangkan hobi dan interest saya dalam bidang menulis. Setiap hari, saya dijejali dengan tugas membaca. Saya diberitahu cara-cara membuat tulisan yang berkualitas. Saya dilatih habis-habisan untuk.bisa membuat karya tulis yang menarik.
Dari sini, kemampuan saya diasah terus-menerus. Dengan didampingi Pak Dhimas, saya mampu mengetahui apa itu komposisi, diksi, dan koherensi dalam menulis. Apa yang saya dapatkan di sini, benar-benar membantu saya untuk lebih berkembang dalam dunia penulisan maupun bisnis. Selama 6 bulan ke depan, setiap Wiramuda – termasuk saya – dididik dalam masa pendadaran yang cukup menyenangkan ini.
Sekarang pertanyaannya, apa yang akan saya kerjakan setelah menjalani masa pendadaran ini? Akan jadi apakah saya setelah ini?
Pertanyaan ini yang terus meluncur dari beberapa pihak, termasuk dari diri saya sendiri. Pertanyaan ini pula yang terus menggelayuti benak saya untuk semakin mengasah apa yang saya dapatkan di sini. Saya pun terus menggali jati diri. Saya tak henti-hentinya menganalisis pekerjaan apa yang kira-kira suitable dengan kecakapan saya.
Setelah masa pendadaran ini, para Wiramuda akan semakin diarahkan ke dunia bisnis. Inilah yang disebut masa pendampingan. Secara berkelompok, setiap Wiramuda akan didampingi membuka sebuah usaha sesuai minat dan kemampuan mereka. Secara pribadi, saya telah bersikeras ingin membuka usaha yang berkaitan dengan dunia writing.
Seiring dengan berjalannya waktu, saya semakin mantap melangkah menuju dunia penulisan. Saya tak hanya bercita-cita bisa menjadi penulis ternama. Saya juga berniat membuka usaha penerbitan, seperti halnya Hikmat Kurnia. Toh, pemilik Agromedia ini sebelumnya juga seorang penulis kolom dalam sebuah harian.
Kembali ke topik semula, yaitu apa yang akan saya lakukan setelah masa pendadaran ini. Sesuai dengan hakikat kesuksesan, yaitu “Succeed is result of training”. Saya tentunya akan terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Saya harus terus berlatih apapun yang bisa mengembangkan minat saya ini. Saya harus disiplin dan kerja keras dalam berlatih semua itu. Baik berlatih membaca, berlatih membuat tulisan yang quality-nya jempolan, maupun berlatih membuka usaha penulisan. Mengapa? Karena setiap orang yang terus berlatih akan mencapai kesuksesannya.
Seperti pepatah mengatakan, “Practice makes perfect”. Untuk mencapai suatu peningkatan, setiap orang harus giat berlatih. Mustahil jika ada orang malas akan menjadi sukses. Itu pula yang sedang dan akan saya lakukan di sini. Saya terus melatih kemampuan saya untuk mencapai impian saya.
Di sini, saya akan terus belajar. Pertama, saya belajar dari pamong-pamong yang telah lama bergelut di dunia bisnis. Pamong-pamong ini juga tak segan memberikan knowledge mereka seputar bisnis. Mereka juga tak pernah lelah memberikan ilmu-ilmunya kepada kami yang haus pengetahuan.
Kedua, saya belajar dari mentor-mentor, baik mentor-mentor yang datang maupun yang kami datangi. Mereka memberikan tambahan pengetahuan yang sangat luas. Mereka memberikan berbagai pengalaman dan history yang nantinya bisa bermanfaat bagi saya dan teman-teman di Wiramuda.
Ketiga, saya bisa belajar dari orang-orang eksternal, yaitu mereka yang tidak berhubungan langsung dengan Wiramuda. Misalnya, para pedagang atau penjual yang ada di pasar maupun toko besar. Pengalaman dan tindakan mereka bisa menjadi teladan dan pembelajaran bagi diri saya pribadi.
Pelajaran-pelajaran itulah yang harus saya terapkan setelah masa pendadaran ini. Yang jelas, saya harus selalu melakukan peningkatan dalam dunia bisnis dan menulis. Saya akan melakukan terobosan-terobosan. Saya akan mencari dan melakukan sesuatu yang baru dalam bidang menulis ini.
0 comments:
Post a Comment