Yuuukk lanjut posting puisi buatan jaman2 awal Wiramuda, xixii
Aku Malaikatmu
Aku percaya kau di sini
Inilah jalanku yang slalu memikirkanmu
Ku tahu jelas yang ku lakukan untukmu dulu
Kau lihat pula semua yang ada
Tlah ku buat hujan untukmu
Tlah ku hiasi pelangi di hari-harimu
Semuanya untukmu
Tapi maafkan aku
Diriku ternyata bosan
Sayapku terasa ringan
Aku tak bisa tepati lagi
Lagu ini maaf janjiku
Aku berdoa hanya untukmu
Wajahmu semakin melayu
Saat ku putuskan tuk pisah darimu
Aku...
Terbang dengan mimpiku...
Kisah Pisah
Wangi malam ini
Kelabu musik ini
Mengiringi jalan kasihku
Ku akan ikuti waktu
Menyusuri liku cintaku
Menisik semua senyapku
Kini aku berlalu
Dingin suaramu
Masam mukamu
Mengiringi perpisahan ini denganmu
Jangan pernah resah
Jangan engkau gelisah
Kita hanya berpisah
Tapi tenang, semuanya tak kan berubah
Kita tetap kita
Selamanya...
Dan seutuhnya...
*berawal dari kenangan masa SMA, gak tau kenapa muncul aja kata2 di pikiranku untuk membuat dua puisi tsb. Kedengarannya memang seperti orang yang sedang patah hati atau baru saja mengalami kegagalan dalam asmara, tapi sungguh pada saat membuat puisi itu pun sama sekali tak terpikirkan soal cinta. Pada awal Pendidikan Wiramuda yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana bisa berkarya dan berprestasi baik, salah satunya adalah dengan menulis. Mulai dari menulis buku, artikel kewirausahaan, cerpen komedi, cerpen cinta, puisi, hingga menulis status facebook.. hahahhaa
0 comments:
Post a Comment