Sendiri
Di atas bumi yang berputar
Tenggelam hatiku bergetar
Di saat kau katakan ingin pisah dariku
Hatiku sedih
Mendengar kau akan tinggalkan diriku sendiri
Langkah seribu
Kau ingin lepaskanku
Tinggalkanku untuk menunggumu
Kau slalu buatku rindu
Membuatku ingin pilu
Kau pun pergi
Tinggalkan ku sendiri
Di sini
Apa itu Cinta
Rindu ini belum larut
Kasih ini belum cair
Semuanya goyahkan rasa
Hati ini belum melihat
Rasa ini belum membaca
Apa itu cinta
Apa warnanya
Bagaimana bentuknya
Apalagi tiupannya
Rasa itu belum ada
Semuanya hanya cerita
Tapi hati ini belum meraba
Perlukah ku tau semua
Apa itu cinta
Apa wamanya
Bagaimana bentuknya
Apalagi tiupannya
Apa sebenarnya itu cinta
Pecah!!!
Belum aku memiliki
Belum aku mencintai
Belum aku jatuh hati
Aku sakit lagi
Aku patah hati
Kehilangan pujaan hati
Begitu perih
Kali ini belum retak
Belum juga ada tanda
Tiba-tiba pecah begitu saja
Aku terluka
Luka cintanya
Aku tlah biasa
Biasa terluka
Mami, I Love You
Malam ini biasa saja
Esok harinya pun biasa
Tapi semua berbeda
Saat sebuah surat diterima
Bundaku menangis
Duduk membaca untaian kata
Darikulah suratnya
Sengaja memang tertuju untuknya
Untuk Bundaku...
Bundaku tetap terharu
la menangis dengan segala sedu
Itu yang selalu ku harap darimu
Segala maafmu,
Segala kasihmu,
Dan segala cintamu
Darimu...
Dan untukku, Ibu...
Mami, I Love You...
Di atas bumi yang berputar
Tenggelam hatiku bergetar
Di saat kau katakan ingin pisah dariku
Hatiku sedih
Mendengar kau akan tinggalkan diriku sendiri
Langkah seribu
Kau ingin lepaskanku
Tinggalkanku untuk menunggumu
Kau slalu buatku rindu
Membuatku ingin pilu
Kau pun pergi
Tinggalkan ku sendiri
Di sini
Apa itu Cinta
Rindu ini belum larut
Kasih ini belum cair
Semuanya goyahkan rasa
Hati ini belum melihat
Rasa ini belum membaca
Apa itu cinta
Apa warnanya
Bagaimana bentuknya
Apalagi tiupannya
Rasa itu belum ada
Semuanya hanya cerita
Tapi hati ini belum meraba
Perlukah ku tau semua
Apa itu cinta
Apa wamanya
Bagaimana bentuknya
Apalagi tiupannya
Apa sebenarnya itu cinta
Pecah!!!
Belum aku memiliki
Belum aku mencintai
Belum aku jatuh hati
Aku sakit lagi
Aku patah hati
Kehilangan pujaan hati
Begitu perih
Kali ini belum retak
Belum juga ada tanda
Tiba-tiba pecah begitu saja
Aku terluka
Luka cintanya
Aku tlah biasa
Biasa terluka
*Sendiri, Apa Itu Cinta, Pecah!!! saya buat ketika malam natal. Ya, moment yang tepat untuk berkata romantis. (hayaaahh) Bukan karena memang sedang patah hati atau apapun mengenai cinta. Hahahaa yasudahlah, this is for me. enjoy it yaa! :D
Mami, I Love You
Malam ini biasa saja
Esok harinya pun biasa
Tapi semua berbeda
Saat sebuah surat diterima
Bundaku menangis
Duduk membaca untaian kata
Darikulah suratnya
Sengaja memang tertuju untuknya
Untuk Bundaku...
Bundaku tetap terharu
la menangis dengan segala sedu
Itu yang selalu ku harap darimu
Segala maafmu,
Segala kasihmu,
Dan segala cintamu
Darimu...
Dan untukku, Ibu...
Mami, I Love You...
*Mami, I Love You adalah bagian keharuanku. Ceritanya, waktu itu kami, Wiramuda diminta untuk menuliskan sebuah surat kepada keluarga di rumah dalam rangka hari Ibu. Isinya boelh apa saja, rasa terima kasih, permintaan maaf, dll. Dan puisi ini adalah bagian dari rangkaian surat tersebut. Ku ketahui Mamiku menangis ketika membaca surat itu pun dari kata lugu adikku saat aku pulang ke rumah. (Maaf sebelumnya, saya pulang ke rumah hanya seminggu sekali krn tinggal di asrama Wiramuda). Malam hari itu juga saya langsung membuat puisi ini. Mami, I Love You...
0 comments:
Post a Comment