Wednesday, November 20, 2013

Sesempurna Siti Khadijah dan Rasulullah

Sekedar intermezzo,

Beberapa bulan setelah saya dan suami menikah, adik saya yg perempuan menyusul kami berdua ke pelaminan alias menikah. Alhamdulillah, kami sekeluarga senang karena memang dalam keluarga kami tak mengharuskan untuk berpacaran terlalu lama. Selain karena di agama kami tidak diperkenankan, tentu untuk menuruti urusan dunia: menghindari fitnah.

Saya dan adik saya bukan satu-satunya anak perempuan yang menikah muda. Jauh sebelumnya tentu adalah ibu saya yang menikah muda di usianya 18 tahun. Saya menikah di usia 22, dan kini adik saya di usianya 19 tahun.

Mengapa kami cepat menikah, sementara teman-teman kami terpikirkan saja belum?

MBA (marriadge by accident)?? Alhamdulillah itu tidak terjadi pada kami dan sampai saat ini kami masih menikmati masa2 pacaran tanpa menggembol jabang bayi dalam perut yang usianya mungkin akan lebih tua dari usia pernikahannya :D. Yap, pacaran setelah menikah lebih indah & halal pastinya..

Memilih pasangan pun seharusnya tidak perlu lebay. Si wanita mencari pasangan yg harus ganteng, harus kaya, harus sholeh, dll (“pokoknya seperti Rasulullah” katanya/) tanpa memandang sucikah dirinya selama ini? Si pria pun muluk-muluk menginginkan wanita yg solehah, lemah lembut, mudah diatur, dan menerima dirinya apa adanya tanpa menyadari pantaskah dirinya selama ini?

Padahal sejatinya, setiap wanita adalah “bengkok dan kaku” yang memerlukan imamnya sebagai “pelurus”. Rasullulah SAW bersabda, “Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk selamanya tidak akan dapat lurus. Jika engkau membiarkannya, berarti engkau membiarkannya tetap bengkok, jika engkau paksa untuk meluruskannya maka engkau akan mematahkannya. Mematahkannya adalah menalaknya.” (HR. Muslim).

Lalu bagaimana mencari pasangan yang tepat?

Tak ada pasangan yang tepat. Yang mengatakan tepat atau tidaknya adalah diri kita sendiri. Ingat, setiap orang punya kekurangan, tak mungkin sesempurna Siti Khadijah dan Rasulullah. So, baikkan diri kita terlebih dahulu untuk mendapatkan pasangan yg baik. Itulah arti kata pasangan yang tepat :)



Tak perlu mencari teman secantik Balqis andai diri tak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharap teman setampan Yusuf jika kasih tak setulus Zulaikha
Tak perlu mengharap teman seteguh Ibrahim andai diri tak sekuat Siti Hajar
Mengapa mendamba teman hidup bak Siti Khadijah kalau diri tak sesempurna Rasulullah
Bimbinglah dan terimalah kekurangan itu sebagai kebaikan
Bersyukurlah dan tetaplah berdoa pada Tuhan agar dia akan terus menjadi milikmu

0 comments:

Post a Comment