Tuesday, December 28, 2010

Sajak Tuhan Untukmu di Pagi Hari


(28/12)
Tuhan pun tersenyum
Saat menciptakanmu
Mungkinkah Tuhan juga akan tersenyum
Untuk menyatukan kita?

Cinta tak selalu harus ada di depan atau di samping
Terkadang cinta menuntut kita ada di belakang
Berusaha mendorong, mengayomi tanpa terlihat
Karena hakekat cinta sejati adalah
Memberi tanpa harus menerima
Cinta tak harus selalu dekat dengan mata
Terkadang menjadi jauh lebih bermakna daripada dekat
Kebisuan juga bukan akhir dari sebuah cinta
Karena cinta bukan sesuatu yang terucap
Kemarahan juga bukan awal dari sebuah kebencian
Egolah yang menyebabkan percikan api cinta sesaat itu
Karena cinta terkadang juga ingin memiliki
Tuhan..andai ia tahu..

Semalam kucoba tuk merangkai kata
Tapi aku tak bisa
Pagi datang, aku membayangkanmu
Tapi itu hanya buaian pagi
Siang ini aku bertemu denganmu
Tapi aku tak mampu memandangmu
Sore hari membuat kita harus berpisah
Tapi rasanya berat melepasmu
Dan malam kembali datang
Tapi aku masih tak tahu harus berbuat apa

Aku terdampar disini
Di lembah yang bernama “cinta”
Sunyi sepi di antara semak
Antara ingin hidup atau mati saja
Aku ingin terbang
Tapi sayapku patah
Aku ingin berlari
Tapi kakiku pincang
Aku ingin teriak
Tapi untuk apa?
Untuk menunjukkan kesombonganku?
Atau aku harus menunggu
Seseorang yang telah kau janjikan
Untuk melengkapi hidupku yang makin rapuh

0 comments:

Post a Comment