Thursday, April 30, 2009

Seminar UMKM bersama KADIN Jateng

Tadi siang saya baru saja ikut seminar UMKM di KADIN Jawa Tengah. Seminar dimulai dengan pembukaan oleh Rektor Udinus yang bernama Edy Nursasongko:

Di Indonesia sebenarnya banyak sekali peluang yang bisa dijadikan pangsa pasar. 210 juta penduduk Indonesia tergolong konsumtif. Hal inilah yang seharusnya bisa dijadikan sebagai surga untuk jual beli bagi pengusaha UMKM. Nah, untuk menjadi seorang pengusaha sendiri pun tetap ada ilmunya, baik itu pemasaran, managemen, maupun melihat peluang.


Begitu pula yang diungkapkan oleh Ketua KADIN Jawa Tengah, Bapak Solechadi. Banyak pengusaha sekarang, terutama anak muda yang langsung ingin cepat atau instan. Padahal untuk menuju sebuah kesuksesan harus melalui suatu proses. Ada perlunya pula pendidikan kewirausahaan mengenai menjalin kerjasama atau networking, pendampingan bisnis, dan mental atau attitude.

Kemudian diisi oleh Kasi Dinas Pasar, Bapak Komarsi mengenai kebijakan pemerintah. Tujuan pembangunan daerah Jawa Tengah merupakan berdasarkan rencana pembangunan jangka panjang daerah tahun 2005-2025 sesuai PERDA No.3 tahun 2008, yaitu mewujudkan daerah dan masyarakat Jateng yang mandiri, maju, sejahtera dan lestari.

Peran strategis dari sektor INDAG adalah menggerakkan sektor riil dan UMKM dalam menghadapi persaingan global. Terdapat 6 bidang di dinas perindag provinsi Jateng, yaitu PDN, PLN, PK dan PBB, ILMT, IAKHH, dan IATEA. Dalam usaha sendiri terdapat beberapa permasalahan, meliputi faktor internal dan eksternal.

Internal:
1. Kurang modal
2. SDM terbatas
3. Pemasaran Lemah
Eksternal:
1. Usaha belum kondusif
2. Sarana dan prasarana terbatas
3. Otonomi daerah
4. Akses pasar terbatas
Upaya pemerintah untuk mengembangkan UMKM:
• Jejaring atau kemitraan
• Pameran
• Pasar lelang
• Misi dagang
• Pelatihan pelaku usaha

Acara kemudian dilanjutkan oleh Bapak Sulhadi dari Dinas Koperasi dan UMKM. Tujuan pemberdayaan UMKM:
• Mewujudkan struktur ekonomi yang seimbang
• Menumbuhkan dan mengembangkan UMKM yang mandiri
• Meningkatkan peran UMKM dalm penciptaan lapangan kerja

Ada pula program yang dilakukan Dinas KOP dan UMKM dalam meningkatkan daya saing UMKM, meliputi:
1. Pengembangan peningkatan kualitas SDM
2. Pengembangan permodalan
3. Fasilitas sarana dan prasarana UMKM

Acara kemudian diisi oleh Nila Tristiarini dari UDINUS. Penduduk Indonesia sedang mengalami beberapa masalah, di antaranya adalah kurangnya lapangan kerja, SDM yang kurang, kenaikan harga bahan pokok. Banyaknya SDM yang kurang mumpuni inilah yang belum mencukupi kesejahteraan Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan SDM.
Tantangan dalam pengembangan SDM:
1. Globalisasi mendorong kita untuk senantiasa melakukan perubahan, baik itu mindset, kompetensi, dan cara pikir.
2. Perkembangan teknologi yang semakin cepat memaksa kita untuk mengikuti perkembangan.
3. Peningkatan mutu atau kualitas.
Inilah yang cukup susah dalam mengembangkan SDM. Kita senantiasa harus bisa melakukan revolusi kualitas terus menerus.
Oleh karena itu, yang terpenting dalam pengembangan SDM ini adalah melakukan perubahan. Ubah mindset kita selama ini.
Acara kemudian diakhiri oleh seorang motivator bernama Bayu Krisna mengenai hukum menciptakan mental sukses. Menurutnya terdapat sepuluh pasal untuk menciptakan mental sukses.
Pasal 1. Cara kita melihat masalah
Orang pasti tidak akan bisa menjalankan pekerjaan bila sedang ada masalah. Padahal masalah sebenarnya adalah tidak ada. Semua tergantung bagaimana kita melihat masalah itu.
Pasal 2. Cara kita melihat kegagalan
Kegagalan bukanlah sebuah hasil, melainkan sebuah proses. Itulah yang harus ditanamkan di pikiran kita.
Pasal 3. Cara kita mendefinisikan sukses
Jangan berencana: “Saya ingin mempunyai…”. Ubahlah menjadi: “Saya akan menjadi…”Hal ini akan lebih mendorong kita menuju kesuksesan.
Pasal 4. Cara menghitung prosentasi kesuksesan melaui pergaulan
Kita adalah orang-orang yang kita gauli. Kesuksesan kita bisa diukur melalui siapa saja orang yang sering kita habiskan waktu bersama.
Pasal 5. Kesalahan dalam mendefinisikan sangsi
Kita tidak merasa ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu. Segalanya harus tegas.
Pasal 6. Kelalaian dalam mengamati diri sendiri
Orang yang sukses adalah orang yang bisa menghargai dan menghoramati diri sendiri.
Pasal 7. Kesalahan dalam mendefinisikan modal dasar
Kita harus tahu kompetensi apa saja yang terkandung dalam diri sendiri, lalu mengeluarkan keluarbiasaan kita tersebut.
Pasal 8. Ketidakmampuan membedakan arti keharusan berhasil dan keharusan berusaha.
Pasal 9. Kitdakmauan untuk berubah
Pasal 10. Tingkat keseringan berubah-ubah
Dalam mencapai kesuksesan, kita diharuskan untuk focus. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal baru, lalu mencobanya. Tekuni dulu bidang yang kita kerjakan. Terlalu sering berubah-ubah bidang, membuat kita tidak fokus dalam mengerjakn sesuatu.

0 comments:

Post a Comment