Monday, April 27, 2009

Memberilah daripada Diberi

Janganlah bersedih, apabila tiada teman yang perduli dengan kesulitanmu. Jangan murung, apabila tiada teman yang memuji dan bergembira atas keberhasilanmu. Jangan pula kecewa dan berduka, apabila tak seorangpun mau mendengarkan dan memperhatikan apapun yang terjadi pada dirimu.

Semua itu jangan kau masukkan dalam hatimu. Seringkali, manusia selalu disibukkan dengan urusannya sendiri. Jangan masukkan semua itu ke dalam hatimu! Karena hanya akan mengganggu dan membebani langkahmu.

Cukuplah Tuhan yang menjadi penghiburan dan sumber kekuatan dan sukacitamu. Lebih dari segalanya, bersandarlah kepada Allah. Berharaplah kepada-Nya, maka kamu tidak akan dikecewakan! Dialah Pribadi yang paling mengenal hatimu dan berkuasa mencukupi seluruh kebutuhanmu. Dia adalah Bapa yang sangat mengasihi dan selalu memperdulikanmu. Di saat kau tak memiliki seorangpun di dunia ini, kau tetap memiliki-Nya.

Cobalah…

Ringankan hidupmu dengan memberi kepada orang lain.
Semakin banyak kamu memberi, maka semakin mudah dan ringan kamu memikul beban dalam menjalani hidup ini.

Berdirilah dekat jendela, dan pandanglah ke luar!
Tanyakan pada dirimu sendiri apa yang dapat kamu berikan kepada dunia ini!
Jadilah berkat bagi orang lain dalam kuasa rahmat-Nya
Dan biarlah kemuliaan Allah terpancar melalui kehidupanmu.

Berdirilah di depan cermin, dan pandanglah ke luar!
Sadarilah, begitu berartinya dirimu, betapa berharganya keberadaanmu di mata-Nya.
Pasti ada alasan kuat mengapa kamu hadir di dunia ini.

Keberadaanmu bukan untuk meminta belas kasihan orang lain dan meminta orang lain memuji dan selalu memperdulikanmu.
Keberadaanmu juga bukanlah suatu kesia-siaan.
Renungkanlah, bukankah bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah agar menjadi subur?

Berikanlah dirimu pada Yesus agar diberkati-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain di sekitarmu. Biarlah semangat hidupmu selalu menyala dalam kasih-Nya dan menjadi berguna bagi sesamamu. Marilah kita selalu berdoa bersama St. Fransiskus dari Asisi:

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai:
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih;
bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan;
bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan;
bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian;
bila terjadi kesesatan,jadikanlah aku pembawa kebenaran;
bila terjadi kecemasan,jadikanlah aku pembawa harapan;
bila terjadi kesedihan,jadikanlah aku sumber kegembiraan.
bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami
daripada dipahami, mencintai daripada dicintai; sebab dengan memberi
aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni, dengan mati suci aku
bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya.

Amien.



disadur dari Trisakticommunity

0 comments:

Post a Comment